Salam Maulidur Rasul 2013 Bersamaan 1434H

Maulidur Rasul 2013 atau mengikut kalendar Islamnya, Maulidur Rasul 1434 Hijrah akan kita sambut pada hari Khamis ini iaitu 24 Januari 2013. Jangan buat-buat lupa ya. Maulidur Rasul sepatutnya diraikan lebih meriah berbanding sambutan Tahun Baru!

Jadi, saya percaya pasti ada di antara kita yang masih tidak tahu tema Maulidur Rasul 2013 lagi sebab saya pun baru terhegeh-hegeh ambil tahu tadi. hahahahaha!! Inilah dia, nasihatkan orang tapi diri sendiri pun sama. Hmm. Tak apa, oleh kerana kita spesies yang sama, saya kongsikan di sini ya.

maulidur-rasul-2013

Tema Maulidur Rasul 2013 bersamaan tahun 1434H adalah, Wasatiyah Tunggak Kesatuan Ummah. Pandai tak baca tulisan jawi tu? hehehehe!!!! Ok, sekarang mungkin ada pulak yang tak tahu apa itu WASATIYAH. Tak apa, saya tolong. Di blog ini ada penulis blog sertakan sikit tafsiran wasatiyah tu.

Kepada yang beragama Islam, saya ucapkan selamat menyambut Maulidur Rasul. Semoga kita semua sama-sama perbanyakkan selawat atas Nabi Muhammad S.A.W ok. Banyak hikmahnya, nanti saya cuba cari kalau ada dekat internet ni sebab saya tahupun daripada ustaz-ustaz tempat saya belajar. Saya akan usahakan, InsyaAllah! Sekian, jemput minum kopi

Artikel Berkaitan

13 responses to “Salam Maulidur Rasul 2013 Bersamaan 1434H

  1. selamat menyambut Maulidur Rasul

  2. Selamat bercuti pada khamis ini.
    Dan Salam Maulidur Rasul 🙂

  3. Semoga dengan sambutan maulid nabi ini kita lebih dekat dengan baginda – mengikut sunnah baginda… Insyaallah 🙂

  4. Jadikan hari esok ini sebagai hari untuk kita menilai semula perlakuan kita, ibadah kita, sunah-sunah Rasullulah sama-samalah kita pegang.

  5. selamat menyambut maulidur rasul juga dari sharafie..hehe..

  6. Salam Maulidur Rasul kak.. huhu.. 🙂

  7. Tanggal Kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diperselisihkan secara tajam. Ada yang mengatakan bahwa beliau lahir tanggal 2 Rabiul Awal, 8 Rabiul Awal, 10 Rabiul Awal, 12 Rabiul Awal, 17 Rabiul Awal (Lihat al-Bidayah wa Nihayah karya Ibnu Katsir: 2/260 dan Latho’iful Ma’arif karya Ibnu Rojab hlm. 184-185).

    Semua pendapat ini tidak berdasarkan hadits yang shahih. Adapun hadits Jabir dan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma yang menerangkan bahwa tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tanggal 12 Rabiul Awal tidak shahih. Kalaulah shahih, tentu akan menjadi hakim (pemutus perkara) dalam masalah ini. Akan tetapi, Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang hadits tersebut, “Sanadnya terputus.” (al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Rajab hlm. 184-185)

    Berhubung penentuan hari kelahiran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak ada yang shahih, tidak mengapa kalau kita menukil pendapat ahli falak. Banyak ahli falak berpendapat bahwa hari kelahiran beliau adalah pada tanggal 9 Rabiul Awal, seperti al-Ustadz Mahmud Basya al-Falaki, al-Ustadz Muhammad Sulaiman al-Manshur Fauri (Sebagaimana dinukil oleh Shofiyurrohman al-Mubarokfuri dalam ar-Rahiqul Makhtum hlm. 62), dan al-Ustadz Abdullah bin Ibrahim bin muhammad as-Sulaim, beliau mengatakan,

    “Dalam kitab-kitab sejarah dan siroh dikatakan bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam lahir pada hari Senin tanggal 10, atau 8, atau 12 dan ini yang dipilih oleh mayoritas ulama. Telah tetap tanpa keraguan bahwa kelahiran beliau adalah pada 20 April 571 M (tahun Gajah), sebagaimana telah tetap juga bahwa beliau wafat pada 13 Rabiul Awal 11 H yang bertepatan dengan 6 Juni 632 M. Selagi tanggal-tanggal ini telah diketahui, maka dengan mudah dapat diketahui hari kelahiran dan hari wafatnya dengan jitu, demikian juga usia Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan mengubah tahun-tahun ini pada hitungan hari akan ketemu 22.330 hari dan bila diubah ke tahun qamariyyah akan ketemulah bahwa umur beliau 63 tahun lebih tiga hari. Dengan demikian, hari kelahiran beliau adalah hari Senin 9 Rabiul Awal tahun 53 sebelum hijriah, bertepatan dengan 20 April 571 M. (Taqwimul Azman hlm. 143, cet pertama 1404 H)

    Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Sebagian ahli falak belakangan telah meneliti tentang tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata jatuh pada tanggal 9 Rabiul Awal, bukan 12 Rabiul Awal.” (al-Qaulul Mufid ‘ala Kitab Tauhid: 1/491. Dinukil dari Ma Sya’a wa Lam Yatsbut fis Sirah Nabawiyyah hlm. 7-8 oleh Muhammad bin Abdullah al-Ausyan)
    wallahu a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge